Selasa, 25 Oktober 2011

proses pencatatan keuangan sederhana

Sekarang sudah saatnya membenahi diri….akir -akir ini banyak orang yang kebingungan dengan diri mereka sendiri dengan pertanyaan2 seperti ini misalnya : “ loh kok kemarin gajiku baru saja cair tapi udah g ada lagi??” atau “ waaaah  uang yang kemarin mama kirim kok sudah g ada lagi yaaa..”  atau “ hemh butuh utang neh kayaknya, gula sudah pada habis sedangkan duit malah kagak ada..”. pertanyaan pertanyaan seperti yang barusan kita baa tentunya sudah tidak asing lagi hanya mungkin dengan pengukapan yang berbeda-beda pada masing-masing orang.

                Kadang dalam  mengelola uang pribadi kita, jarang kita berpikir untuk menerapkan ilmu yang bermanfaat seperti Akuntansi. Banyak orang yang menilai bahwa Akuntansi  sangatlah rumit untuk dikerjakan.
                Kali ini saya akan menceritakan keunikan akuntansi berkaitan dengan kerumitan diatas seperti yang dibicarakan orang-orang.
Akuntansi secara umum berisi tentang Proses, proses apa? proses Pencatatan, proses pengklasifikasian, peringkasan dan proses pelaporan keuangan untuk digunakan oleh  pihak-pihak yang membutuhkan.
                Dalam pembahasan kali ini saya akan membahas secara sederhana tentang proses yang paling awal dalam akuntansi yaitu pencatatan.
Proses pencatatan
Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya bahwa pencatatan adalah proses awal dari Akuntansi. Pencatatan adalah proses yang sangatlah penting  karena menjadi hal pokok yang  harus dilakukan dalam menyusun laporan keuangan baik yang sederhana ataupun yang kompleks sekalipun.  Meskipun demikian perlu diketahui bahwa yang menjadi objek  Akuntansi bukanlah pencatatan melainkan dokumen yang  adalah  bukti dari pencatatan yang dilakukan.
Secara garis besar, kita mengenal ada 3 jenis perusahaan yaitu:
·         Perusahaan jasa
·         Perusahaan dagang
·         Perusahaan  manufaktur
3 jenis perusahaan diatas disusun berdasarkan jenis mana yang pencatatannya paling sederhana.  dalam proses pencatatan ada  hal penting yang harus diketahui  bahwa “ pencatatan dilakukan atas dasar persamaan dasar Akuntansi dimana Aktiva=Pasiva (Harta=Hutang + Modal )” hal ini harus  dipegang kuat sebagai dasar pencatatan.
Pencatatan dilakukan  kedalam formulir. Dalam formulir dikenal dua sisi yaitu sisi debet(kiri ) dan sisi kredit (kanan). Ada banyak format  formulir yang disajikan namun Berikut adalah contoh format buku  untuk pencatatan yang lebih dikenal dengan nama buku jurnal yang sederhana :
BUKU JURNAL
TGL
keterangan
saldo
debet
kredit





Berikut adalah contoh rekening bersama aturan pencatatannya  
Rekening
Aturan pencatatan
Aktiva (harta )
(+) debet
( - ) kredit
Kewajiban ( hutang )
(+) kredit
(-) debet
Modal
(+)kredit
(-) debet
Pendapatan
(+)kredit
(-) Debet
Biaya
(+) debet
(-) kredit

Jika dasar pencatatan diatas diperuntukkan bagi perusahaan lalu jangan berkecil hati bagi individual karena pencatatan sederhana masih dapat dilakukan.
Me-manage uang sendiri sangatlah penting karena uang yang kita pakai jumlahanya terbatas dan dapat habis sewaktu-waktu. Pencatatan sangat disarankan agar menjadi pedoman dimasa yang  akan datang. Pencatatan untuk individual sanga penting juga karena pencatatan dapat berfungsi sebagai control. Pencatatan jika  pada inidivual dapat dilakukan hanya dengan mencatat keluar dan masuknya uang.
Sebagai contoh misalnya : tanggal 5  juni saya menerima uang gaji bersih saya sebesar Rp. 1.000.000,-. Lalu pada tanggal 6 saya membeli sepatu seharga RP. 70.000,-.
maka pencatatan sederhananya dalam buku adalah demikian
Tgl
keterangan
Debet
kredit
saldo
debet
kredit
5 juni
Terima gaji bulan juni
1000000

1000000

6 juni
Beli  sepatu

70000
930000*

*Rp.1.000.000,00 – Rp.70.000,00 = Rp.930.000,00
Dengan demikian setiap pengeluaran yang terjadi atau pemasukan yang terjadi dapt dikontrol sekalipun dalam jumlah yang besar,  sehingga tidak  lagi muncul pertanyaan “ loh kemana uang saya yang kemarin baru diterima?”.
Semoga bermanfaat ^^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar